“…Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan atau kutipan-kutipan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat, karena itulah kami naik gunung…”
(Soe Hok Gie)
Sembilan laki-laki tangguh:
- Gianto: Si pengambil resiko (a risk taker) yang sangat berambisi menaklukkan kumpulan Pithon lucu dan imut di sungai Cigenter. (hohoho)
- Furqon: Pemuda lugu yang terkadang sok imut, murah senyum dan makannya banyak! hehe
- Fajar: Pejalan tangguh, spesifikasi kelebihannya selain berat badan adalah memiliki radar inframerah yg kuat. Berguna untuk menemukan obyek pemandangan yang bagus2 di UK termasuk menemukan dimana Bule2 pada bejemur.
- Usep: Seorang guru yang sangat analitis, tajam, dan tidak terpercaya. Selalu bisa menghidupkan suasana dengan candaan2an ala orang dewasa.
- Arbi: Ia menyebut dirinya Supertramp, tapi sayangnya dia tidak pandai berenang. Satu2nya kelebihan dari manusia tangguh ini adalah senyum dan candanya selalu mewarnai perjalanan. Selebihnya adalah kelemahan.
- Bayu: Pejalan tangguh yg paling kalem dan sangat irit bicara. Ia hanya bicara kalo sudah mulai laper. Jika sudah ada tanda2 senyum di wajah, lalu berbicara tidak jelas, pertanda acara makan harus dimulai. Wakaka.
- Mardin: Lelaki tangguh ini hampir memiliki perangai sama seperti bayu. Sedikit bicara, dan sedikit bekerja. Hahaha..becanda din..!
- Sandy: Lelaki keren ini pembawaanya tenang, seperti pembawanya, si Mardin dari Gua Hantu. Sandy ini baru pertama melakukan perjalanan bersama kami, diajak oleh Mardin.
- Haka: Pemuda tangguh sekaligus misterius, di setiap perjalanan Ia selalu menampilkan kode2 misterius seperti lambang HK di kaosnya, yang sampai skrg masih menyimpan teka teki dan penuh intepretasi.
Enam wanita Super Duper Tangguh:
- Nanay: Seorang wanita penjelajah ulung, senang dengan hal-hal baru. Pengalaman perjalanannya mungkin sudah ribuan kilometer. Tapi sayangnya, dia masih sering nangis kalo kesasar. Hahaha.. (namanya juga wanita..sabar ya Nay..)
- Anita: Ketangguhanya sudah tidak diragukan lagi. Jika sifat bijaknya keluar, perkataan bijaknya bak ibu beranak empat!
. - Diesty: karir perjalanan-nya belum cukup lama, akan tetapi ketangguhannya jangan ditanya. Hehehe. Sebelum akhirnya dia menjadi pejalan tangguh, sempat mengalami dilemma: antara menjadi petualang sejati atau ikut casting sinetron “Inem Pelayan Seksi”
. Dan akhirnya, ia memilih jalan yg benar. Bergabung dengan kami. - Devi: energy berjalan-nya sungguh luar biasanya, sebanding dengan energinya untuk berbicara disepanjang perjalanan. Berisik, bawel…!!hahaha
- Agnes: Penakluk alam yg berjiwa pemalu, pejalan kaki sejati…!! (iya, soalnya kalo naik mobil atau kapal bawaannya muntah melulu..) untung ada kakaknya yg selalu menjaganya..hehehe (jgn Ge Er Nes, tar muntah lagi!)
- Acil: pejalan tangguh terakhir dan termuda, murid setia dari Bapanda Usep Hasan Sadikin dari perguruan silat Cikini. Dalam perjalanan selalu mengatraksikan jurus2 “tombo ngantuk..”:D
Target awal 20 orang dan tinggal 15 orang karena sisanya membatalkan pas menjelang keberangkatan sehingga kami sulit mencari pengganti. (sempet bikin kepala pening….untunglah katangguhan kami telah teruji dan rencana sudah terlajur dibuat. SEMANGAT..!! hoho)
Sekitar jam 08.00 Kapal kami berangkat menuju salah satu pulau di Ujung Kulon, yaitu pulau Peucang. Perjalanan menempuh waktu kira2 4 jam dan sekitar pukul 12.00 kami tiba di Pulau Peucang. Pulau Peucang ini adalah obyek kunjungan utama TNUK. Keindahan pulau ini selain garis pantai yg landai, air yang jernih juga terdapat rusa-rusa baik di sekitar pantai atau di sela-sela hutan. Seketika Kapal kami merapat di dermaga, beberapa diantara kami langsung terjun ke pantai yang begitu jernih. Saya sudah tak sabar berenang ria..Nanay yang sudah lebih dulu berenang bisa bertahan berjam-jam dibawah terik mentari, disusul Haka,dan Mardin. Selebihnya bercanda ria di pinggir pantai sambil menikmati Indahnya pemandangan.
O iya, Cibom ini satu-satunya tempat mendirikan tenda yang paling nyaman akan tetapi kekurangannya adalah tidak memiliki dermaga. Spot pendirian tenda lagi selain di Cibom adalah di Cidaon yang memiliki dermaga tetapi lahan-nya sempit dan tak senyaman di Cibom yang tersedia aliran sungai.
Paginya, setelah sarapan, sekitar jam 07.00 kami bergegas naik kapal lagi menuju Cidaon. Cidaon merupakan salah satu padang rumput tempat gembala banteng. Hanya 15 menit dari Cibom dengan kapal kami. Sekitar 200 meter setelah dermaga kami menemukan pang rumput yg begitu luas. Tempat Banteng dan Rusa mencari makan. Sayang sekali, pagi bukanlah waktu yg tepat bagi kumpulan banteng untuk makan. Biasanya Banteng muncul sore hari.
Sekita pukul 13.00 kami sudah ada kembali di Dermaga Peucang. Misi kami selanjutnya adalah Snorkling untuk kedua kali. Kali ini sang pemandu, Pak Dedy mengajak kami tengah selat dan berhenti di antara dua pulau, Jawa dan Peucang. Titik Snorkling kali ini cukup jauh dari daratan dan nyaris tidak ada arus laut. Hore…kami pun dengan semangat mengekplorasi bawah laut yg begitu indah. Lebih dari dua jam kami bermain-main disini. Hanya Acil saja yang tidak menyelam krn lebih menikmati mengabadikan aksi-aksi kami dengan kamera. Bahkan Anes dan Devi yang tidak bisa berenang pun ngiler tak karuan dan akhirnya bergabung juga. (walaupun saya tidak tau persis udah berapa liter mereka berdua keselek air laut:D). Setelah dua jam lebih bermain-main dan menikmati indahnya biota laut, kamipun kembali ke perkemahan di Cibom.
Sampai di Cibom sekitar jam16.00. Istirahat sebentar dan siap-siap mengejar sunset di Tanjung Layar (ujung barat dari P.Jawa). Untuk mencapai kesana harus dilalui dengan berjalan kaki menyusuri hutan sekitar 45 menit. Tepat pukul 18.00 kami sampai di tujuan. Pemandangan yang luar biasa indah menyambut. Kami pun berpose sejadi-jadinya di depan kamera sambil menikmati sensasi sunset. Begitu romantis…
Sekitar jam 19.30 kami sudah sampai di tenda lagi setelah melakukan perjalanan malam menyusuri hutan yang penuh misteri. Kegiatan selanjutnya adalah melepas lelah, bercanda ria dibawah sinar purnama dan kedip bintang-bintang. Kami kembali damai dalam suasana syahdu, sampai pada pagi dan mentari menyapa.
Minggu 28 Februari 2010
Hari minggu adalah hari terakhir kami di TNUK. Dan agenda kami hari itu hanya tinggal satu, canoeing di Sungai Cigenter. Jam 07.00 kami sudah selesai packing dan beres2 tenda untuk sekalian pulang karena tempat yang kami tuju tersebut searah dengan jalur kembali ke Sumur. Sebelum ke Cigenter kami harus menuju Pulau Handeleum yang jaraknya sekitar 3 jam perjalanan kapal yang searah menuju desa Taman Jaya. Disana kami melakukan registrasi untuk canoeing. Setelah registrasi, Sekitar pukul 11.00 kami menuju muara sungai cigenter yang bisa ditempuh hanya dengan 15 menit perjalanan kapal. Turun dari kapal kami langsung naik ke canoe. Ada tiga canoe untuk 15 orang+ satu orang petugas setiap canoe.
Perlahan tapi pasti, kami pun mulai menyusuri sungai Cigenter. Siap mental membelah hutan yang masih liar. Pemandu pun mengingatkan untuk selalu hati-hati karena banyak binatang liar seperti buaya dan ular yang berkeliaran disekitar sungai. Benar sekali, baru saja sekian meter masuk hutan, kami sudah dikagetkan dengan ular-ular pithon yang bergelantungan di pohon2 yang menjalar ke sungai (hi….amit amit deh!). Dan semakin ke dalam, kami semakin terbiasa dengan pemandangan seperti itu. Kami juga semakin menikmati dayungan canoe kaming masing2. Ketika ketegangan mulai mereda, tawa canda pun mulai bersuara. Sekitar dua jam kami menyusuri sungai dan akhirnnya diakhiri dengan foto di muara sungai yang begitu indah.
Sewa Tronton Depok-Sumur PP + tips Sopir : Rp. 2.000.000 + Rp. 200.000,-
Sewa Kapal (3 hari) + perahu motor : Rp. 1.800.000,- + Rp. 250.000,-
Administrasi 20 orang (semua spot tujuan) : Rp. 800.000,-
Canoeing (@Rp.50.000) : Rp. 1.000.000,-
Pemandu lokal (Rp.100.000/hr)+ Tips : Rp. 400.000,-
Belanja makanan (3 hari) : Rp. 500.000,-
Sewa tenda : Rp. 240.000,-
Tol PP : Rp. 100.000,-
Total : Rp 7.290.000,-
Per orang : Rp. 364.500,-
*Jika teman2 berminat kesana silakan hubungi Pak Dedy (085711055027) bilang aja dari Gianto UI. dan mulai mendiskusikan rencana2 detail ke beliau. Insya Alloh orangnya sangat baik dan jujur.
Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kapada Pak Dedy selaku pemandu + juru masak kami, berikut juga kepada Pak dayat sebagai Kapten Kapal kami beserta ABK-nya.
- All Ujung Kulon’s Crew except me :(
- UK Destination points
- Lunatic View @UK
- Cibom
- Boat
- Nanay n Jukungs
- The Boat
- Canoeing
- Morning @Cibom
- Cibom
- Cidaon
- Tanjung Layar
- UK Team



















Seru seru seru…
Kapan2 boleh gabung nggak?
Saya temannya Fajar..
^^
By: Shekky Tutupoho on 28/09/2010
at 4:20 am
Semua orang boleh bergabung. Di tim ini aja ada 4 orang muka baru. Di setiap perjalanan kami, selalu ada orang baru. Biasanya abis tuh langsung jadi sahabat kami.
Sahabat senasib, karena perjalanan kami biasanya penuh dengan penderitaan, tapi menyenangkan..
By: Furqon on 29/09/2010
at 2:33 am