Posted by: Furqon | 01/04/2010

Ujung Kulon

All Ujung Kulon's Crew except me :(

All Ujung Kulon's Crew except me :(

Setelah bercangcingcong berwacana selama beberapa minggu, Kami Bulil Office Staffs akhirnya jalan juga ke ujung paling barat Pulau Jawa. Berikut cuplikan cerita yang disampaikan sodara Gianto.
“…Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan atau kutipan-kutipan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat, karena itulah kami naik gunung…”
(Soe Hok Gie)
Pada awalnya kami berencana naik Semeru. Krn pertimbangan waktu akhirnya niat itu tertunda. Salah seorang teman, sebut saja namanya Fajar Sandy Prawoco mengusulkan untuk menjajaki wilayah Ujung Kulon. Ide ini cukup ideal dari segi waktu maupun dari segi variasi tantangan yg akan kita jalani.  Mulailah kami menyusun rencana. Saya langsung mempersiapkan rencana detail dan membagi tugas. Kebetulan saya punya kenalan di daerah Pandeglang. Saya hubungi dan meminta bantuan untuk mencarikan info terkait TNUK. Tak lama berselang saya mendapatkan no.hp seorang pemandu local setempat. Pak Dedy namanya. Dari beliau saya mendapat informasi yang lebih akurat dibandingkan dengan usaha sebelumnya melalui browsing di internet. Informasi yg terkumpul tersebut mengarahkan kami untuk membuat rencana yg lebih detail terutama mengenai rute dan anggaran. ( Anggaran terlampir).
UK Mapsa

UK Destination points

Peserta ekspedisi yang akhirnya bergabung kali ini antara lain;
Sembilan laki-laki tangguh:

  1. Gianto: Si pengambil resiko (a risk taker) yang sangat berambisi menaklukkan kumpulan Pithon lucu dan imut di sungai Cigenter. (hohoho)
  2. Furqon: Pemuda lugu yang terkadang sok imut, murah senyum dan makannya banyak! hehe
  3. Fajar: Pejalan tangguh, spesifikasi kelebihannya selain berat badan adalah memiliki radar inframerah yg kuat. Berguna untuk menemukan obyek pemandangan yang bagus2 di UK termasuk menemukan dimana Bule2 pada bejemur. :D
  4. Usep: Seorang guru yang sangat analitis, tajam, dan tidak terpercaya. Selalu bisa menghidupkan suasana dengan candaan2an ala orang dewasa.
  5. Arbi: Ia menyebut dirinya Supertramp, tapi sayangnya dia tidak pandai berenang. Satu2nya kelebihan dari manusia tangguh ini adalah senyum dan candanya selalu mewarnai perjalanan. Selebihnya adalah kelemahan. :D
  6. Bayu: Pejalan tangguh yg paling kalem dan sangat irit bicara. Ia hanya bicara kalo sudah mulai laper. Jika sudah ada tanda2 senyum di wajah, lalu berbicara tidak jelas, pertanda acara makan harus dimulai. Wakaka.
  7. Mardin: Lelaki tangguh ini hampir memiliki perangai sama seperti bayu. Sedikit bicara, dan sedikit bekerja. Hahaha..becanda din..!
  8. Sandy: Lelaki keren ini pembawaanya tenang, seperti pembawanya, si Mardin dari Gua Hantu. Sandy ini baru pertama melakukan perjalanan bersama kami, diajak oleh Mardin.
  9. Haka: Pemuda tangguh sekaligus misterius, di setiap perjalanan Ia selalu menampilkan kode2 misterius seperti lambang HK di kaosnya, yang sampai skrg masih menyimpan teka teki dan penuh intepretasi.

Enam wanita Super Duper Tangguh:

  1. Nanay: Seorang wanita penjelajah ulung, senang dengan hal-hal baru. Pengalaman perjalanannya mungkin sudah ribuan kilometer. Tapi sayangnya, dia masih sering nangis kalo kesasar. Hahaha.. (namanya juga wanita..sabar ya Nay..)
  2. Anita: Ketangguhanya sudah tidak diragukan lagi. Jika sifat bijaknya keluar, perkataan bijaknya bak ibu beranak empat! :D .
  3. Diesty: karir perjalanan-nya belum cukup lama, akan tetapi ketangguhannya jangan ditanya. Hehehe. Sebelum akhirnya dia menjadi pejalan tangguh, sempat mengalami dilemma: antara menjadi petualang sejati atau ikut casting sinetron “Inem Pelayan Seksi” :D . Dan akhirnya, ia memilih jalan yg benar. Bergabung dengan kami.
  4. Devi: energy berjalan-nya sungguh luar biasanya, sebanding dengan energinya untuk berbicara disepanjang perjalanan. Berisik, bawel…!!hahaha
  5. Agnes: Penakluk alam yg berjiwa pemalu, pejalan kaki sejati…!! (iya, soalnya kalo naik mobil atau kapal bawaannya muntah melulu..) untung ada kakaknya yg selalu menjaganya..hehehe (jgn Ge Er Nes, tar muntah lagi!)
  6. Acil: pejalan tangguh terakhir dan termuda, murid setia dari Bapanda Usep Hasan Sadikin dari perguruan silat Cikini. Dalam perjalanan selalu mengatraksikan jurus2 “tombo ngantuk..”:D

Target awal 20 orang dan tinggal 15 orang karena sisanya membatalkan pas menjelang keberangkatan sehingga kami sulit mencari pengganti. (sempet bikin kepala pening….untunglah katangguhan kami telah teruji dan rencana sudah terlajur dibuat. SEMANGAT..!! hoho)

Kamis 25 Februari 2010
Rencana berangkat dari Depok jam 11 malam dengan menggunakan Tronton. Bulil Office Park Lt.1 menjadi muara berkumpul kami. Pemberangkatan molor satu jam, Jam 12 malam Tronton meluncur dari Depok Menuju Desa Sumur, Kawasan Ujung Kulon, Pandeglang. Perjalanan menempuh waktu 7 Jam, termasuk istirahat, sholat subuh di sebuah masjid daerah Labuan. Sampai Desa Sumur sekitar jam 07.00.
UK Team

UK Team

Jum’at 26 Februari 2010
Desa Sumur adalah salah satu dari dua titik pemberangkatan/Penyeberangan. Satunya lagi adalah Desa Taman Jaya yang jaraknya dari Desa Sumur masih menempuh perjalanan darat kira-kira satu jam lagi, dengan kondisi jalan sempit, berkelok dan mendaki. Inilah mengapa kami mengambil rute Desa Sumur sebagai titik pemberangkatan. Padahal, kapal yang kami sewa berasal dari desa Taman Jaya. Kelebihan pemberangkatan dari Sumur dibanding dari Taman Jaya adalah dari sisi jarak, sedangkan kelemahannya adalah di Sumur tidak ada dermaga sehingga untuk naik ke Kapal Utama harus menyewa kapal motor dari garis pantai ke kapal utama. (Nambah biaya 100ribu PP)
The Boat

The Boat

Sekitar jam 08.00 Kapal kami berangkat menuju salah satu pulau di Ujung Kulon, yaitu pulau Peucang. Perjalanan menempuh waktu kira2 4 jam dan sekitar pukul 12.00 kami tiba di Pulau Peucang. Pulau Peucang ini adalah obyek kunjungan utama TNUK. Keindahan pulau ini selain garis pantai yg landai, air yang jernih juga terdapat rusa-rusa baik di sekitar pantai atau di sela-sela hutan. Seketika Kapal kami merapat di dermaga, beberapa diantara kami langsung terjun ke pantai yang begitu jernih. Saya sudah tak sabar berenang ria..Nanay yang sudah lebih dulu berenang bisa bertahan berjam-jam dibawah terik mentari, disusul Haka,dan Mardin. Selebihnya bercanda ria di pinggir pantai sambil menikmati Indahnya pemandangan.

Nanay n Jukungs

Nanay n Jukungs

Setelah menikmati indahnya Pulau Peucang, sekitar jam 14.00 kami bergegas naik kapal lagi menuju perairan sebelah selatan P.Peucang untuk Snorkling. Hmm…saya sudah tak sabar menyelam dan menyapa ikan-ikan mungil dibalik terumbu karang. Kami pun berhamburan keluar kapal. Bagi yang tidak bisa berenang tersedia life vest. Tapi sayang sekali di titik ini arus laut lumayan kencang dan secara tidak sadar menguras energi beberapa kawan kami. Bayu, si tangguh dan pendiam itupun dipaksa berbicara “Tolong saya Pak….!!” Hahaha…akhirnya ni orang bisa ngomong juga waktu dia terbawa arus dan terus menjauhi kapal, padahal ia telah berusaha mati-matian mendekati kapal. Begitu pula dengan Mardin yang hampir putus asa, dan akhirnya meminta bantuan saya untuk mendorong dari belakang. Kawan-kawan yang lain pun akhirnya kelelahan oleh arus juga, apalagi yang wanita. Hehehe..tapi saya masih sangat menikmati terumbu karang, sambil sesekali membantu teman2 yang kehabisan tenaga. Terutama si bungsu Devi dan Anes. Snorkling kali ini hanya berlangsung kurang dari 2 jam.Perjalanan selanjutnya adalah menuju Cibom yang jaraknya sekitar 20 menit perjalanan kapal dari Peucang. Kami merencanakan untuk mendirikan tenda dan menginap disana. Berdasarkan informasi dari dari pemandu bahwa akan ada banyak tim lain yang akan mendirikan tenda di sana, maka kami harus sampai Cibom secepat mungkin. Di Cibom tidak ada dermaga sehingga membutuhkan tambahan Canoe untuk mencapai garis pantai. Sambil menunggu persiapan Canoe yang hanya satu dan muat 3 orang., dengan pertimbangan untuk mendapat titik pendirian tenda yg strategis (spot sangat terbatas) akhirnya saya memutuskan untuk mencapai garis pantai lebih dahulu dengan berenang (hoho..heroik bgt..). dan kami untuk mendapat spot pendirian tenda yang sangat strategis, di pinggir pantai nan romastis.Sekitar pukul 16.00 kami sampai di Cibom, mendirikan tenda dan akhirnya bermalam disana.
Cibom

Cibom

O iya, Cibom ini satu-satunya tempat mendirikan tenda yang paling nyaman akan tetapi kekurangannya adalah tidak memiliki dermaga. Spot pendirian tenda lagi selain di Cibom adalah di Cidaon yang memiliki dermaga tetapi lahan-nya sempit dan tak senyaman di Cibom yang tersedia aliran sungai.

Sabtu 27 Februari 2010
Malam-malam kami begitu syahdu dengan suara debur ombak. Malam yang begitu syahdu, ditemani purnama berhias taman langit berjuta bintang. Sebagian dari kami pun lebih memilih tidur di luar tenda sambil menikmati malam hingga pagi menjelang.
Lunatic View @UK

Lunatic View @UK

Paginya, setelah sarapan, sekitar jam 07.00 kami bergegas naik kapal lagi menuju Cidaon. Cidaon merupakan salah satu padang rumput tempat gembala banteng. Hanya 15 menit dari Cibom dengan kapal kami. Sekitar 200 meter setelah dermaga kami menemukan pang rumput yg begitu luas. Tempat Banteng dan Rusa mencari makan. Sayang sekali, pagi bukanlah waktu yg tepat bagi kumpulan banteng untuk makan. Biasanya Banteng muncul sore hari.

Akan tetapi, salah saeorang dari kawan kami, sebut saja namanya Fajar, dengan radar pencari panasnya berhasil menemukan beberapa kumpulan banteng liar. Dengan bekal antena dibalik celananya (loh kok antenanya di celana yak??!! :D ) dia mengendap-endap di sela-sela padang rumput. Dia berhasil mendekati kumpulan banteng. Kawan yang lain pun penasaran dan mulai mendekat. Kumpulan banteng pun kabur menuju hutan. Huh..!! ternyata hanya Fajar saja yang berhasil dekat dengan Banteng2 itu. Mungkin diantara kami, dialah yang perawakannya mirip seekor banteng :D . Setelah puas menikmati padang rumput dan foto-foto, kami pun melanjutkan petualang lagi. Kali ini kami menuju Pulau Peucang lagi.Jarak Cidaon ke P. Peucang hampir sama dengan Cibom Peucang yaitu sekitar 20 Menit perjalanan kapal. Sampai di P. Peucang kira2 jam 11.00. sesampai di Dermaga kami pun istirahat sejenak untuk menyiapkan fisik karena trek selanjutnya adalah berjalan kaki sekitar 45 menit menyusuri hutan menuju Karang Copong. Pesona Karang Copong tidak bisa kami nikmati secara sempurna karena pada saat yang sama hujan turun cukup lebat. Kami tak bisa berfoto ria…tetapi kami tak pernah menangisi ini semua. Karena di sela perjalanan kami, tawa dan canda selalu menghiasi.
Cidaon

Cidaon

Sekita pukul 13.00 kami sudah ada kembali di Dermaga Peucang. Misi kami selanjutnya adalah Snorkling untuk kedua kali. Kali ini sang pemandu, Pak Dedy mengajak kami tengah selat dan berhenti di antara dua pulau, Jawa dan Peucang. Titik Snorkling kali ini cukup jauh dari daratan dan nyaris tidak ada arus laut. Hore…kami pun dengan semangat mengekplorasi bawah laut yg begitu indah. Lebih dari dua jam kami bermain-main disini. Hanya Acil saja yang tidak menyelam krn lebih menikmati mengabadikan aksi-aksi kami dengan kamera. Bahkan Anes dan Devi yang tidak bisa berenang pun ngiler tak karuan dan akhirnya bergabung juga. (walaupun saya tidak tau persis udah berapa liter mereka berdua keselek air laut:D). Setelah dua jam lebih bermain-main dan menikmati indahnya biota laut, kamipun kembali ke perkemahan di Cibom.

Morning @Cibom

Morning @Cibom

Sampai di Cibom sekitar jam16.00. Istirahat sebentar dan siap-siap mengejar sunset di Tanjung Layar (ujung barat dari P.Jawa). Untuk mencapai kesana harus dilalui dengan berjalan kaki menyusuri hutan sekitar 45 menit. Tepat pukul 18.00 kami sampai di tujuan. Pemandangan yang luar biasa indah menyambut. Kami pun berpose sejadi-jadinya di depan kamera sambil menikmati sensasi sunset. Begitu romantis…

Sekitar jam 19.30 kami sudah sampai di tenda lagi setelah melakukan perjalanan malam menyusuri hutan yang penuh misteri. Kegiatan selanjutnya adalah melepas lelah, bercanda ria dibawah sinar purnama dan kedip bintang-bintang. Kami kembali damai dalam suasana syahdu, sampai pada pagi dan mentari menyapa.

Minggu 28 Februari 2010
Hari minggu adalah hari terakhir kami di TNUK. Dan agenda kami hari itu hanya tinggal satu, canoeing di Sungai Cigenter. Jam 07.00 kami sudah selesai packing dan beres2 tenda untuk sekalian pulang karena tempat yang kami tuju tersebut searah dengan jalur kembali ke Sumur. Sebelum ke Cigenter kami harus menuju Pulau Handeleum yang jaraknya sekitar 3 jam perjalanan kapal yang searah menuju desa Taman Jaya. Disana kami melakukan registrasi untuk canoeing. Setelah registrasi, Sekitar pukul 11.00 kami menuju muara sungai cigenter yang bisa ditempuh hanya dengan 15 menit perjalanan kapal. Turun dari kapal kami langsung naik ke canoe. Ada tiga canoe untuk 15 orang+ satu orang petugas setiap canoe.

Perlahan tapi pasti, kami pun mulai menyusuri sungai Cigenter. Siap mental membelah hutan yang masih liar. Pemandu pun mengingatkan untuk selalu hati-hati karena banyak binatang liar seperti buaya dan ular yang berkeliaran disekitar sungai. Benar sekali, baru saja sekian meter masuk hutan, kami sudah dikagetkan dengan ular-ular pithon yang bergelantungan di pohon2 yang menjalar ke sungai (hi….amit amit deh!). Dan semakin ke dalam, kami semakin terbiasa dengan pemandangan seperti itu. Kami juga semakin menikmati dayungan canoe kaming masing2. Ketika ketegangan mulai mereda, tawa canda pun mulai bersuara. Sekitar dua jam kami menyusuri sungai dan akhirnnya diakhiri dengan foto di muara sungai yang begitu indah.

Canoeing

Canoeing

Tuntaslah sudah akhir dari petualangan dan saatnya kembali pulang. Perjalanan pulang dari sungai Cigenter menuju Desa Sumur hanya ditempuh dalam waktu kurang dari 2 jam. Sampai di Desa Sumur sekitar pukul 14.30. Sekitar satu jam makan dan istirahat dan desa Sumur hingga pada akhirnya berangkat menuju depok. Sampai depok lagi jam 11 malam. Alhamdulillah…perjalanan yang menyenangkan dan sangat berkesan..!!Estimasi biaya (asumsi 20 org, harga per februari 2010):
Sewa Tronton Depok-Sumur PP + tips Sopir : Rp. 2.000.000 + Rp. 200.000,-
Sewa Kapal (3 hari) + perahu motor : Rp. 1.800.000,- + Rp. 250.000,-
Administrasi 20 orang (semua spot tujuan) : Rp. 800.000,-
Canoeing (@Rp.50.000) : Rp. 1.000.000,-
Pemandu lokal (Rp.100.000/hr)+ Tips : Rp. 400.000,-
Belanja makanan (3 hari) : Rp. 500.000,-
Sewa tenda : Rp. 240.000,-
Tol PP : Rp. 100.000,-

Total : Rp 7.290.000,-
Per orang : Rp. 364.500,-

*Jika teman2 berminat kesana silakan hubungi Pak Dedy (085711055027) bilang aja dari Gianto UI. dan mulai mendiskusikan rencana2 detail ke beliau. Insya Alloh orangnya sangat baik dan jujur.

Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kapada Pak Dedy selaku pemandu + juru masak kami, berikut juga kepada Pak dayat sebagai Kapten Kapal kami beserta ABK-nya.


Responses

  1. Seru seru seru…
    Kapan2 boleh gabung nggak?
    Saya temannya Fajar..
    ^^

  2. Semua orang boleh bergabung. Di tim ini aja ada 4 orang muka baru. Di setiap perjalanan kami, selalu ada orang baru. Biasanya abis tuh langsung jadi sahabat kami.
    Sahabat senasib, karena perjalanan kami biasanya penuh dengan penderitaan, tapi menyenangkan.. :-)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.