Posted by: Furqon | March 18, 2009

Kenapa Dasi?? Kenapa Gak Peci??

Ahh hari ini kebagian presentasi produk di tempat klien, dan tim menyarankan untuk pake dasi. Ah lamak.. dari mana pula ku dapet dasi tuh. Mengingat dulu, pernah ada pemikiran pribadi bahwa dasi adalah mahluk ciptaan manusia yang paling gak jelas juntrungnannya. Jadi yang namanya punya dasi itu kayak menelan ludah sendiri alias kualat dengan omongan. :)

Gw jelas tanya dulu lah ama temen, kenapa gw musti pake dasi di meeting itu? Dengan enaknya dia bilang, “Dengan lu pake dasi, setengah masalah lu ilang..”. Heh?? WTH!! 

Untuk menghormati team member yang lain maka kupakelah itu dasi. Jadi awalnya dasi ini digunakan sebagai penanda bagi keanggotaan seseorang dalam sebuah kelompok*. Penggunaan dasi ini sempat menjadi tren digunakan oleh para pekerja, sehingga lambat laun dasi diidentikkan dengan perbaikan sikap, profesionalitas, penjualan dst.

In the early 20th century, the number of office workers began increasing. Many such men and women were required to wear neckties, because it was perceived as improving work attitudes, morale, and sales.

Dari sini gw dapat satu kesimpulan apa juntrungan (baca: kegunaan) dari dasi. Dasi hanyalah sekedar simbol dari sikap, profesionalitas, kelas pekerja dst tidak lebih dari itu. Tak ada manfaat tangible dari dasi seperti halnya syal. Maka gw pahami alasan kenapa menggunakan dasi dalam meeting itu perlu, karena klien yang hadir dalam meeting itu menganggap dasi memiliki arti pencitraan terhadap siapa pengguna dari dasi itu. Karena anggapan itu, maka secara gak langsung klien memiliki pandangan positif dari si pengguna dasi ini.

Ada mahluk ciptaan lain gw rasa dalam tradisi masyarakat indonesia, yaitu peci, yang sama tujuannya dengan mahluk dasi ini. Mungkin tujuan awal dari pembuatan peci adalah untuk menjaga agar rambut tidak menutupi kening ketika sujud dalam shalat. Tapi sekarang peci menjadi perlambang ketokohan seseorang, kewibawaan dst. Gak percaya? Liat tuh hampir semua caleg pada pake peci semua. Biar apa? tentu saja, biar bisa diterima masyarakat sebagai tokoh berwibawa dan bijaksana.. hehe.. :)

 

*http://en.wikipedia.org/wiki/Necktie


Responses

  1. wakaka..kaka….
    (lol)

    and for the first time i pake dasi,
    they think, i’m a joker

    fyi,
    for acehnese tradition, dasi is haram,
    and mesjid raya baiturahman, melarang
    the visitor to use dasi,
    at least it happen when i was nikah at baiturrahman


Leave a response

Your response:

Categories