25 Ramadhan 1429H..
Tiba-tiba saja, malam ini hujan mengguyur Jakarta dan juga bertepatan dengan malam ganjil di sepuluh malam terakhir ramadhan. Adakah ini ciri lailatul qadr?
“Abdullah bin Unais r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Pernah diperlihatkan kepadaku malam Lailatul Qadar, tapi aku melupakannya. Waktu itu, shubuhnya aku sujud di lantai berlumpur.” Abdullah bin Unais berkata lagi, “Pada malam ke-23 itu turun hujan dan Rasulullah saw. shalat bersama kami. Pagi harinya Rasulullah saw. meninggalkan kami, terlihat pada kening dan hidung Rasulullah saw. ada bekas lumpur.” (H.R. Muslim)
Ya Allah… jika ini adalah malam-Mu, maka ijinkan aku tuk meraihnya. Kuatkan aku tuk menggapainya.
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan.
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.“
(QS Al Qadar: 1-5).
Yah kapanpun datangnya malam itu, mau hujan atau tidak, sepertinya tetap kita harus optimis bahwa malam inilah lailatul qadr. Usaha keras dan tetap terus berbaik sangka. Semoga Allah limpahkan keberkahan pada kita malam ini itu.
Semoga hujan turun membawa keberkahan.
@jsx building, menunggu hujan.
