Posted by: Furqon | May 21, 2009

Aku Ingin…

Misty morning..

Misty morning..

Aku Ingin..

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana 
dengan kata yang tak sempat diucapkan 
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana 
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan 
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada 

 

Oleh : Sapardi Djoko Damono

Posted by: Furqon | May 12, 2009

All Kind of Roses*

all kind of roses
grow in my garden

all kind of creatures
run on my land

all kind of children
play in my yard

so many feelings
flow through my blood

all kind of people
make up my life

all kind of faces
show me their loves

all kind of lanterns
light up the dark

but there’s only one god
only one god
has a place in my heart..

 

 

*Yusuf Islam – Roadsinger

Posted by: Furqon | April 17, 2009

Smile.. :)

Senyuum..

Senyuum..

Just smile and everythings gonna be bright !

:)

Posted by: Furqon | April 15, 2009

Masjid

Masjid in art deco style

Masjid in art deco style

 

jadikan hatiku terpaut padanya..

Posted by: Furqon | March 18, 2009

Kenapa Dasi?? Kenapa Gak Peci??

Ahh hari ini kebagian presentasi produk di tempat klien, dan tim menyarankan untuk pake dasi. Ah lamak.. dari mana pula ku dapet dasi tuh. Mengingat dulu, pernah ada pemikiran pribadi bahwa dasi adalah mahluk ciptaan manusia yang paling gak jelas juntrungnannya. Jadi yang namanya punya dasi itu kayak menelan ludah sendiri alias kualat dengan omongan. :)

Gw jelas tanya dulu lah ama temen, kenapa gw musti pake dasi di meeting itu? Dengan enaknya dia bilang, “Dengan lu pake dasi, setengah masalah lu ilang..”. Heh?? WTH!! 

Untuk menghormati team member yang lain maka kupakelah itu dasi. Jadi awalnya dasi ini digunakan sebagai penanda bagi keanggotaan seseorang dalam sebuah kelompok*. Penggunaan dasi ini sempat menjadi tren digunakan oleh para pekerja, sehingga lambat laun dasi diidentikkan dengan perbaikan sikap, profesionalitas, penjualan dst.

In the early 20th century, the number of office workers began increasing. Many such men and women were required to wear neckties, because it was perceived as improving work attitudes, morale, and sales.

Dari sini gw dapat satu kesimpulan apa juntrungan (baca: kegunaan) dari dasi. Dasi hanyalah sekedar simbol dari sikap, profesionalitas, kelas pekerja dst tidak lebih dari itu. Tak ada manfaat tangible dari dasi seperti halnya syal. Maka gw pahami alasan kenapa menggunakan dasi dalam meeting itu perlu, karena klien yang hadir dalam meeting itu menganggap dasi memiliki arti pencitraan terhadap siapa pengguna dari dasi itu. Karena anggapan itu, maka secara gak langsung klien memiliki pandangan positif dari si pengguna dasi ini.

Ada mahluk ciptaan lain gw rasa dalam tradisi masyarakat indonesia, yaitu peci, yang sama tujuannya dengan mahluk dasi ini. Mungkin tujuan awal dari pembuatan peci adalah untuk menjaga agar rambut tidak menutupi kening ketika sujud dalam shalat. Tapi sekarang peci menjadi perlambang ketokohan seseorang, kewibawaan dst. Gak percaya? Liat tuh hampir semua caleg pada pake peci semua. Biar apa? tentu saja, biar bisa diterima masyarakat sebagai tokoh berwibawa dan bijaksana.. hehe.. :)

 

*http://en.wikipedia.org/wiki/Necktie

Posted by: Furqon | March 12, 2009

Offline mode Firefox

Biar gak cari-cari lagi klo nemu masalah yang sama.

Masalahnya muncul ketika alamat yang kita tuju dari address bar firefox adalah address local (misal: http://localhost/), browser tidak akan memunculkan halaman yang dimaksud, kecuali jika kita terhubung dengan internet (online).

solusinya:

  1. ketik ” about:config ” dari address barr
  2. cari browser.offline-apps.notify
  3. set menjadi true dengan cara klik dua kali

Sudah keberapa kali ngalamin, tapi selalu lupa dan musti brawse-browse untuk cari solusinya.

Posted by: Furqon | February 19, 2009

Case: Upload, Validate, dan max_execution_time

Tulisan kali ini tidak secara khusus menjelaskan tiga proses yang telah disebutkan dalam judul. Kali ini gw coba berbagi satu kasus berkaitan dengan ketiganya. Kurang lebih kasus yang dihadapi adalah seperti ini:

  1. upload batch file berkestensi .txt,
  2. membaca per-baris file yang diupload, memvalidasi, dan insert ke dalam table
  3. batasan max_execution_time.

Bisakah pirsawan bayangkan gimana kalau data yang diupload itu misalnya terdiri lebih dari 100.000 baris kemudian akan kita entri ke dalam database, dengan kriteria macam-macam yang mengakibatkan setiap baris yang akan di entri ke dalam database harus divalidasi, kemudian dicatatkan log berhasil tidaknya dst.. Sangat besar kemungkinan sebelum program kita mencapai baris ke 100.000, program kita akan berhenti karena kehabisan nafas. timeout, halt, modyar.

Nah kali ini, saya mau berbagi kali aja ada yang mau nangkep. Ide besarnya adalah membagi 100.000 baris data tadi kedalam segmen-segmen kecil sehingga tiap segmen behasil dieksekusi tanpa mengakibatkan program validasi kita kehabisan nafas.

Berikut pseudocode-nya.

  1. form upload: user upload file .txt,
  2. submit: file diupload ke dalam satu folder tertentu.,
  3. segera setelah data berhasil diupload, jalankan script untuk membaca file,
    • baca panjang baris data (  while( fgets() ) $i++   )
    • tentukan jumlah baris paling aman, sehingga proses validasi tidak halt (sebut satu segmen, misal 1000 baris)
    • mulai baca  perbaris data sampai batas atas segmen
    • ketika mencapai ujung  segmen, stop pembacaan
    • kembalikan ke view (buat pesan sesuai selera) panggil fungsi untuk membaca segmen ke 2.
    • lakukan hingga program membaca baris paling akhir
  4. ketika pembacaan berakhir beri user kabar gembira, entri telah berhasil

Cara di atas menggunakan ajax sehingga proses eksekusi antar segmen bisa berlangsung. Ketika satu segmen telah selesai dibaca, lakukan eksekusi fungsi melalui ajax dengan parameter (segment, namafile dst).

Sok atuh kalo ada yang mau tanya.. dari gaya tulisnya sih.. musti banyak yang dipertanyakan.. :)

UI upload,validate

UI upload,validate

Posted by: Furqon | February 13, 2009

Proyek Kolaboratif

Traversa

Traversa

 

Alhamdulillah (atau astaghfirullah) awal tahun ini dapet amanah baru, dapet kesempatan baru untuk me-lead developer untuk membuat sebuat aplikasi managemen routing untuk satu perusahaan telco. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan kurasa untuk menunjang keberhasilan proyek ini. Dikarenakan tatap muka yang tidak begitu intens maka kemungkinan gagalnya proyek ini cukup besar. Seluruh aktivitas dilakukan secara online.

 

  1. subversion
    sebuah system untuk mengontrol source code yang dikembangkan. system ini sangat penting karena pengguna (pengembang) source code terdiri lebih dari satu orang, sehingga ada kemungkinan satu file diedit lebih dari satu orang. system ini memungkinkan adanya proses merging dari dua orang programmer yang mengedit satu file bersamaan. system ini juga memungkinkan adanya rollback kepada versi sebelumnya jika sesuatu terjadi pada versi terbaru, dst.
  2. bugtracker
    ini adalah web based tools yang digunakan untuk mencatat seluruh aktivitas development. ia digunakan untuk mencatat request-request terhadap aplikasi, mencatat bug-bug sampai assignment siapa yang harus bertanggung jawab terhadap bug tersebut dengan priority yang bisa kita set. 
  3. unit testing
    aplikasi yang baik adalah aplikasi yang bug-free. bagaimana kita bisa meminimalisasi bug-bug yang kemungkinan muncul dalam aplikasi kita? diperlukan seseorang yang mampu melakukan QC satu persatu terhadap fungsi-fungsi hingga module-module, sehingga aplikasi kita bug proofed. cara lain lagi adalah dengan membuat unit testing yang akan bekerja secara otomatis tanpa bantuan tangan manusia.
  4. timeline
    karena proyek ini memiliki tenggat waktu, maka setiap orang yang terlibat memiliki tanggung jawab masing-masing yang harus diselesaikan pada satu waktu tertentu. untuk ini kita bisa menggunakan schedule/calendar yang dimiliki google, yang bisa kita share dengan sesama anggota developer dan akan memberikan alert via mail/ponsel jika ada event tertentu.

Ah.. kiranya cukup itulah dulu.. kalau ada yang mau berkomentar. Monggo silaken, saran dan kritik sangat diharapkan. Semoga proyeknya kelar tepat waktu.. :)

Posted by: Furqon | February 4, 2009

- – - – - 8< – - – - -

Gunting disini..

Itu kurang lebih tanda yang biasa kita jumpai di lembar isian formulir untuk menandai bagian yang terpisah dari sebuah formulir.

Trus ngapain itu dijadiin judul sebuah posting? penting amat emang?

Ya nggak ada pentingnya sama sekali sih buat pirsawan sekalian, tapi menurut gue itu penting karena itu yang menjadi pengingat buat gue pribadi bahwa gue akan menapaki sesuatu, sebutlah, a new begining.  Koq new? ya abis dulu-dulu belum pernah sih.. :)

Ada satu tulisan karya pak Godin berjudul The thing about goals, yang cukup menyentil saya. Hidup sudah seperempat abad lebih koq sepertinya mengalir begitu saja. No plans, no goals, no steps… no way !

Kenapa kita mesti punya goals? objectives? tujuan? mimpi? cita-cita? Mungkin udah banyak sih buku-buku motivasi yang bilang kenapa. Tapi bagi gue pribadi sebuah tujuan yang jelas memaksa kita untuk:

  1. Menyadari apa yang kita punya. Poin ini adalah fase menakar kelebihan dan kekurangan yang kita miliki. Istilah kerennya analisa SWOT. Ini bisa juga berarti lingkungan seperti apa yang ada di sekitar kita. Mampukah gue merealisasikan tujuan itu, ataukah itu terlalu absurd, muluk-muluk, sehingga tujuan kita mesti di-adjust.
  2. Menentukan langkah-langkah. Dari kompilasi modal dasar nomor satu yang kita punya, kita bisa punya gambaran apa yang kira-kira harus dilakukan dan bagaimana mengolah resource yang ada. Memecahnya kedalam batu capaian, sehingga kita bisa merasakan bahagianya mendapatkan kesuksesan-kesuksesan kecil untuk menyemangati perjuangan kita.
  3. Memperkirakan berapa lama tujuan itu harus dicapai. Ini penting, karena kita jadi memiliki beban moral untuk selalu terpacu menuntaskan tujuan kita tepat pada waktunya. Membuat tujuan kita jadi lebih measurable.

Gue rasa ini penting untuk ditulis buat gue pribadi. Kalo ada yang bilang wuih narsis amat, ya silaken sahaja. Setidaknya gue jadi malu dan inget, klo di tengah jalan gue lupa dan melipir dari tujuan semula gue. Gue rasa setelah semua langkah itu dicatat, tinggal butuh satu poin lagi.. yaitu istiqomah, konsistensi dari diri kita untuk tetap di track yang udah dirancang.

Selain istiqoman, mungkin hal penting lain adalah teman yang selalu mengingatkan (baca istri). Dooh jadi malu sendiri..

aaah.. kenapa tak jadiken saja itu salah satu tujuan yang harus dicapai dalam waktu dekat ini.. hmmm menarik…

 

aah.. having goals is a pain in the neck..

Posted by: Furqon | January 30, 2009

Ada Juga symfony

gak sengaja buka republika.co.id, ternyata ada juga penggemar symfony diantara selipan codeigniter di jajaran web-web berita indonesia.. :)

 

)

Republika pakai symfony :)

Older Posts »

Categories