Dari dulu saya selalu kesulitan untuk mendefinisikan apa arti ikhlas. Mungkin secara definitif, ikhlas adalah melakukan perbuatan semata-mata karena Allah ta’ala atau lillaahi ta’ala (bukan konsep lillaahi ta’ala yg ini). Kesulitan yang saya hadapi dalam menjabarkan konsep lillaahi ta’ala tersebut adalah ketika kita mencoba mengkuantifikasi seberapa besar tindakan yang kita lakukan itu semata-mata karena Allah, tidak ada alasan lain yang mendasari kita berbuat sesuatu. Do something for no reason but Allah’s bless.
Pernah mungkin suatu waktu kita bersedekah mengikuti kaidah tangan kanan memberi tangan kiri tak tahu menahu, dan dalam hati kita mengazamkan bahwa apa yang kita lakukan adalah ikhlas semata-mata karena Allah. Tak salah kiranya contoh itu menggambarkan apa yang kita lakukan adalah suatu perkerjaan yang dilandasi keikhlasan. Atau dilain waktu ketika kita kehilangan, sesuatu teman kita berkata, sudahlah ikhlaskan saja. Mungkin itu tak salah juga bahwa kita memang saat itu sudah ikhlas. Tapi bagaimana mendeskripsikan bahwa kita sudah mengikhlaskan apa yang kita perbuat.




